IDENTIFIKASI LAKTOFERIN PADA SUSU KAMBING KACANG DENGAN METODE IMUNODIFUSI RADIAL TUNGGAL DAN NATRIUM DODESIL SULFAT POLIAKRILAMIDA ELEKTROFORESIS GEL
IDENTIFIKASI
LAKTOFERIN PADA SUSU KAMBING KACANG DENGAN METODE IMUNODIFUSI RADIAL TUNGGAL
DAN NATRIUM DODESIL SULFAT POLIAKRILAMIDA ELEKTROFORESIS GEL
ABSTRACT
LACTOFERRIN IDENTIFICATION ON KACANG GOAT MILK USING SINGLE
RADIAL IMMUNODIFUSION AND SODIUM DODECYL SULPHATE POLYACRYLAMIDE
GEL ELECTROPHORESIS METHODS
Kacang goat is one of Indonesian local goat which has not been optimized in
exploration. Kacang goat has potency as a dairy goat. Milk and colostrum from this type of
goat is one of lactoferrin sources which has various benefit, such as
antimicrobial activity. The milk as a lactoferrin source is expected to be a
solution for bacterial gastrointestinal infection cases which is a major
problem in Indonesia. This research described the identification of lactoferrin
from milk and colostrum of kacang goat by single radial immunodiffusion (SRID) and sodium dodecyl sulfate
polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). SRID is based on the
diffusion of whey protein from a circular well into a homogeneous gel
containing anti-lactoferrin. SDS-PAGE was performed in 7.5% polyacrylamide gel.
Both methods were able to identify lactoferrin in colostrum and milk from the sample, but SRID showed low sensitivity toward low concentration
of lactoferrin in both colostrums and milk. The estimation of lactoferrin
molecular weight by relative mobility of protein from the bands that perform of
colostrum and milk of kacang goat is approximately 74,100 Dalton. Based on the ring diameter of the
precipitin, the lactoferin level in colostrum and milk increased until 48 hours
after postpartum and subsequently decreased.
Keywords: colostrum, milk, kacang goat, lactoferrin,
SRID, SDS-PAGE
ABSTRAK
Kambing kacang merupakan ternak lokal yang belum tereksplorasi secara
optimum. Selain sebagai ternak pedaging, kambing jenis ini berpotensi sebagai
penghasil susu sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian
masyarakat. Susu kambing ini merupakan salah satu sumber laktoferin
yang memiliki manfaat, di antaranya sebagai anti-mikrob. Pemanfaatannya sebagai
sumber laktoferin diharapkan dapat mengatasi kasus infeksi pencernaan bakterial yang tinggi pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi mutu susu kambing kacang dari peternakan rakyat di Kecamatan Jasinga dan Tenjo, Kabupaten Bogor serta mengidentifikasi laktoferin yang terkandung di dalamnya. Laktoferin dalam
kolostrum dan susu diidentifikasi dengan metode imunodifusi radial tunggal (SRID) dan natrium dodesil sulfat gel
poliakrilamida (SDS-PAGE). Aplikasi metode SRID dengan mendifusikan whey dari
sampel ke dalam gel yang mengandung anti-laktoferin. Susu kambing asal
Kecamatan Jasinga dan Tenjo, memiliki kadar protein 5,2-5,5%; kadar lemak 4,7-7,9%; kadar bahan kering 16,219,3%; dan bobot jenis 1,035-1,037. Laktoferin dapat diidentifikasi
dengan metode SRID maupun SDS-PAGE. Metode SRID tidak mampu mengidentifikasi keberadaan laktoferin dengan konsentrasi yang rendah, sedangkan
metode SDS-PAGE lebih akurat untuk mengidentifikasi kandung-an laktoferin di
dalam kolostrum dan susu kambing kacang. Bobot molekul laktoferin dari sampel
adalah 73 144 Da. Kandungan laktoferin ditentukan secara kualitatif berdasarkan diameter zona
presipitin yang menunjukkan kadarnya lebih besar dari 11,77 mg/mL. Kandungan laktoferin
dalam susu meningkat sampai 48 jam pasca-melahirkan, kemudian
mengalami penurunan setelahnya.
[1] Departemen Ilmu
Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Petemakan, Institut Pertanian
Bogor. JI. Agatis, Kampus IPB Darmaga, Bogor. Telp./Fax. 0251-8628379
[2] Alumni
Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan,
Institut Pertanian Bogor.
3 Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Institut Pertanian Bogor
* Penulis
Korespondensi

Komentar
Posting Komentar